GKII SINODE PAPUA – Jayapura, 9 Agustus 2026 — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Papua melaksanakan Serah Terima Jabatan Badan Pengurus Sinode Papua Periode 2021–2026 kepada Badan Pengurus Terpilih Periode 2026–2031, yang berlangsung di Aula Kantor GKII Sinode Papua, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat pelayanan gereja dan persekutuan umat di tanah Papua.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur. Serah terima jabatan ini menjadi momentum penting dalam keberlanjutan kepemimpinan dan pelayanan GKII Sinode Papua, sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab pelayanan bagi Badan Pengurus Sinode yang baru.
Acara diawali dengan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Karel Maniani, M.Th. Firman Tuhan menjadi landasan rohani bagi seluruh rangkaian kegiatan, mengingatkan bahwa setiap kepemimpinan dalam gereja pada hakikatnya merupakan bagian dari panggilan Allah untuk melayani dan membangun tubuh Kristus.
Dalam arahannya, Ketua Sinode periode sebelumnya, Pdt. Petrus Bonyadone, M.Th., menegaskan bahwa proses serah terima jabatan yang dilaksanakan harus menjadi role model atau teladan bagi seluruh jenjang pelayanan di lingkungan GKII Sinode Papua, baik pada tingkat sinode, klasis, maupun jemaat-jemaat lokal.
Menurutnya, serah terima jabatan bukan sekadar proses administratif pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan bagian dari budaya pelayanan yang harus terus dibangun dalam kehidupan bergereja.
Pdt. Petrus juga mengingatkan seluruh pelayan bahwa pelayanan bukanlah milik pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan milik Tuhan. Ia menegaskan, “Pelayanan ini adalah milik Yesus, oleh Yesus, dan bagi Dialah segala kemuliaan.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap pemimpin yang dipercayakan dalam gereja harus menjalankan tugas dengan kerendahan hati, kesetiaan, serta kesadaran bahwa seluruh kemuliaan pada akhirnya hanya bagi Tuhan.
"Sementara itu, Ketua Sinode GKII Papua terpilih periode 2026–2031, Pdt. Otniel Kaway, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan komitmen Badan Pengurus Sinode yang baru untuk melanjutkan pelayanan dengan membangun sinergi bersama seluruh unsur gereja."
Otniel mengatakan bahwa Badan Pengurus Sinode terpilih akan terus bersinergi dengan Badan Pengurus Sinode sebelumnya, sekaligus membangun kerja sama dengan para pengurus klasis yang akan terpilih dalam pelaksanaan konferensi-konferensi klasis mendatang.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan pelayanan yang dihadapi GKII Sinode Papua di tengah perkembangan zaman dan kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.
Lebih lanjut, Otniel menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada visi, misi, serta program kerja yang telah diamanatkan melalui Konferensi V GKII Sinode Papua di Sentani. Amanat konferensi tersebut akan menjadi dasar bagi kepengurusan periode 2026–2031 dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan selama lima tahun ke depan.
Rangkaian serah terima jabatan turut dihadiri oleh Badan Pengurus Sinode periode sebelumnya beserta jajaran, Badan Pengurus Sinode terpilih periode 2026–2031 beserta jajaran, serta unsur-unsur pelayanan lainnya.
Dalam prosesi tersebut juga dilakukan penyerahan sejumlah aset bergerak maupun tidak bergerak sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan dan pertanggungjawaban pelayanan. Penyerahan tersebut kemudian ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan oleh Ketua Sinode lama dan Ketua Sinode baru.
Momen penandatanganan tersebut menjadi simbol resmi adanya kesinambungan tanggung jawab pelayanan dari kepengurusan periode 2021–2026 kepada kepengurusan periode 2026–2031.
Dengan terlaksananya serah terima jabatan ini, GKII Sinode Papua memasuki babak baru kepemimpinan dengan semangat melanjutkan apa yang baik, membangun sinergi, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berdampak bagi gereja dan masyarakat.
Seluruh proses tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pergantian struktur kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat melayani di seluruh lingkup GKII Sinode Papua.
“Injil untuk semua orang dan setiap orang percaya adalah penginjil.”
(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)