GKII SINODE PAPUA
Memuat halaman...
Warta Sinode

Konferensi IV GKII Klasis Perbatasan Keerom Dorong Penanaman Gereja dan Penguatan Pelayanan

Administrator Sinode 03 Sep 2026, 06:22 169 Dibaca
Konferensi IV GKII Klasis Perbatasan Keerom Dorong Penanaman Gereja dan Penguatan Pelayanan

KEEROM — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Perbatasan Keerom menggelar Konferensi IV di Aula Ev. Philipus Yamanda, Keerom, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus merumuskan arah perkembangan gereja di wilayah perbatasan.

Konferensi yang mengusung tema “Growing Together” (Efesus 4:1–16) ini dihadiri jajaran Pimpinan GKII Sinode Papua meliputi Wakil Ketua Sinode, Sekretaris Sinode, serta sejumlah biro Sinode. Hadir pula perwakilan jemaat dari Klasis Perbatasan Keerom, para hamba Tuhan, dan Kapolsek Senggi yang mewakili unsur keamanan. Agenda lima tahunan ini bertujuan sebagai forum pertanggungjawaban sekaligus menyatukan visi pelayanan gereja di kawasan perbatasan Keerom.

Dorong Gerakan 5.000 Jiwa
Ketua GKII Sinode Papua, Pdt. Otniel Kaway, M.Th., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus klasis atas penyambutan yang diberikan. Ia menegaskan pentingnya konferensi ini dalam menghasilkan langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan pelayanan gereja, terutama seiring dengan adanya Gerakan 5.000 Jiwa melalui upaya penanaman gereja-gereja baru.

Wacana Pemekaran Wilayah Pelayanan
Dalam konferensi tersebut, muncul pula wacana pemekaran wilayah pelayanan Klasis Perbatasan Keerom guna menjangkau kawasan Arso dan sekitarnya. Mengingat kondisi geografis dan tantangan di perbatasan, gagasan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan GKII tidak hanya di Senggi dan sekitarnya, tetapi juga merata hingga ke wilayah Arso.

Sinode Siapkan Arah Kebijakan
Sementara itu, Wakil Ketua GKII Sinode Papua, Pdt. Reinhard J. Berhitu, M.Th., menegaskan bahwa Klasis Perbatasan Keerom menjadi salah satu fokus utama dalam grand design keputusan Sinode. Kehadiran lengkap badan pengurus bersama hampir seluruh biro menunjukkan komitmen kuat untuk menyatukan konsep arah kebijakan gereja.

Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan GKII berfokus pada pertumbuhan jemaat serta peningkatan kesejahteraan, kemampuan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penguatan pendidikan dasar dan pengembangan SDM dinilai sangat krusial dalam mempersiapkan serta membentuk pemimpin-pemimpin gereja yang tangguh di wilayah perbatasan.

Konferensi IV GKII Klasis Perbatasan Keerom diharapkan tidak sekadar menjadi agenda organisasi rutin, melainkan titik awal lahirnya langkah nyata dalam memperkuat pelayanan, memperluas penanaman gereja, dan meningkatkan kualitas SDM. Semangat “Growing Together” menjadi landasan agar seluruh elemen gereja dapat terus berjalan bersama menghadapi tantangan pelayanan di perbatasan Keerom.

(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)

Berikan Reaksi Anda untuk Berita Ini

Berita Terkait Lainnya