GKII SINODE PAPUA – WAMENA — Konferensi Ke-IV Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah IV Papua Pegunungan, Daerah Baliem Tengah, resmi ditutup pada 21 Agustus 2026 di Kantor Klasis Baliem Tengah, Wamena. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat pelayanan gereja dan persekutuan umat di tanah Papua.
Penutupan konferensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat arah pelayanan gereja. Ketua Umum GKII Pusat, Pdt. Hussain Shahz Diman, S.Th., S.H., M.H., M.Ag., menyerukan agar gereja tidak hanya berfokus merawat jemaat yang sudah ada, tetapi kembali memperkuat gerakan penginjilan, pengutusan pekerja, dan penanaman jemaat baru.
Konferensi mengusung tema “Growing Together” atau “Bertumbuh Bersama”, berdasarkan Efesus 4:15-16, dengan subtema: “Melalui Konferensi Ke-IV GKII Daerah Baliem Tengah mewujudkan jemaat untuk berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam kesatuan dan saling membangun dalam kasih.”
"Dalam sambutannya, Pdt. Hussain menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh pekerja gereja yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan."
Saya mau menyampaikan hormat untuk semua. Saya bangga dengan gereja kita, dengan semua pekerja yang ada di lapangan, sebagai ujung tombak dari gereja kita,” ujar Pdt. Hussain.»"
Ia menegaskan bahwa kekuatan gereja dan kualitas pelayanan sangat bergantung pada kesungguhan para pekerja dalam menjalankan tugas di tengah jemaat dan masyarakat.
Gereja kita akan kuat, pelayanan akan berkualitas, dan kalau kita bisa membantu di lapangan itu. Semangat, dan untuk kita yang bersedia, kami akan terus mendoakan supaya perjalanan pelayanan masing-masing bisa berjalan dengan baik, katanya.
Menurut Pdt. Hussain, gereja harus kembali membangun semangat penginjilan dan pengutusan. Jemaat yang telah terbentuk bukan menjadi tujuan akhir, melainkan dapat menjadi basis untuk membuka pelayanan baru.
Gereja Dipanggil Menjadi Saksi
Pdt. Hussain mengingatkan kembali amanat Tuhan Yesus kepada para murid sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:8, tentang panggilan untuk menjadi saksi hingga ke seluruh dunia.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa pencurahan Roh Kudus menunjukkan pentingnya pemberitaan Injil kepada manusia dari berbagai latar belakang dan bahasa.
“Bersaksi itu artinya berbicara, memberitakan. Memberitakan nama Yesus dan salib Yesus,” tegasnya.
Ia kemudian mengaitkan panggilan tersebut dengan Roma 10, khususnya mengenai hubungan antara iman, pendengaran akan firman, dan pemberitaan Injil.
“Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus. Roma 10 ayat 9 dan 10 mengatakan, ‘Siapa yang berseru kepada nama Tuhan diselamatkan.’ Tetapi bagaimana mereka bisa berseru kalau tidak ada yang memberitakannya? Bagaimana mereka memberitakan kalau tidak ada yang diutus?” ujarnya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut perlu menjadi refleksi gereja dalam menentukan arah pelayanan ke depan.
"Gereja, kata dia, harus memperkuat kembali semangat pengutusan agar pemberitaan Injil tidak hanya berlangsung di tengah jemaat yang telah terbentuk, tetapi juga menjangkau kampung-kampung dan masyarakat yang belum tersentuh pelayanan."
Jangan Hanya Merawat Jemaat yang Sudah Ada
Pdt. Hussain juga menyoroti pentingnya pertumbuhan gereja melalui pemberitaan Injil, pengutusan pekerja, dan penanaman jemaat baru.
Ia menggambarkan perjalanan pertumbuhan gereja di Indonesia yang menurutnya pernah berkembang melalui pemberitaan Injil dan gerakan pengutusan.
Dari tahun 1928 sampai kurang lebih 1984, itu masa pertumbuhan gereja melalui pemberitaan Injil dan pengutusan penanaman jemaat, jelasnya.
Namun, ia menilai setelah periode tersebut, pertumbuhan gereja mengalami perlambatan.
Lalu dari tahun 86 sampai tahun 90-an, sampai sekarang, itu stagnan. Statis, hanya begitu-begitu saja. Itu karena kita hanya merawat yang ada. Tidak ada persebaran jemaat yang signifikan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak para pelayan gereja untuk mengubah cara pandang terhadap pelayanan. Jemaat yang sudah ada perlu dirawat, tetapi sekaligus harus menjadi titik awal untuk menjangkau wilayah-wilayah baru.
Pdt. Hussain memberikan contoh konkret dengan melakukan inventarisasi terhadap kampung-kampung di sekitar jemaat yang belum memiliki pelayanan atau belum memiliki orang percaya.
Contoh, seperti tadi dikatakan ada 15 jemaat di daerah kita. Coba 15 jemaat ini kita inventarisir, kampung apa yang terdekat dengan jemaat itu yang belum ada orang percaya,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan pelayanan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Growing Together Harus Menjadi Gerakan
Tema “Growing Together — Bertumbuh Bersama” diharapkan tidak berhenti sebagai tema konferensi, tetapi diwujudkan menjadi gerakan nyata dalam kehidupan pelayanan GKII Daerah Baliem Tengah.
Bertumbuh bersama berarti membangun jemaat yang berakar kuat dalam Kristus, bertumbuh dalam kesatuan, serta saling menopang dan membangun dalam kasih.
Konferensi Ke-IV juga menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi pelayanan GKII Daerah Baliem Tengah dalam menghadapi tantangan pelayanan di masa mendatang.
Pesan Ketua Umum GKII Pusat menegaskan bahwa pertumbuhan gereja membutuhkan keseimbangan antara pemeliharaan jemaat dan perluasan pelayanan.
Gereja tetap memiliki tanggung jawab merawat jemaat yang telah ada. Namun, pada saat yang sama, gereja harus memiliki keberanian untuk mengutus pekerja, membuka pelayanan baru, memberitakan Injil, menanam jemaat, serta mempersiapkan generasi pelayanan yang memiliki semangat penginjilan.
Dengan berakhirnya konferensi, seluruh peserta diharapkan kembali ke tempat pelayanan masing-masing dengan semangat baru untuk mewujudkan jemaat yang berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam kesatuan, dan saling membangun dalam kasih.
Pesan tersebut sejalan dengan Efesus 4:15-16 yang menjadi dasar konferensi, bahwa gereja dipanggil untuk terus bertumbuh dalam Kristus sebagai Kepala sehingga seluruh tubuh dapat tersusun dan terikat dengan baik serta saling membangun dalam kasih.
Penutupan konferensi akhirnya bukan sekadar menjadi tanda berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi menjadi momentum untuk menggerakkan kembali semangat pelayanan GKII di wilayah Baliem Tengah.
Growing Together — Bertumbuh Bersama, Berakar dalam Kristus, Bersatu dalam Kasih, dan Bergerak Memberitakan Injil.
(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)