GKII SINODE PAPUA
Memuat halaman...
Warta Sinode

Ketua Sinode GKII Papua Lantik 110 Pengurus, Tegaskan Pelayanan Gereja Adalah Tanggung Jawab Bersama

Administrator Sinode 16 Aug 2026, 10:17 325 Dibaca
Ketua Sinode GKII Papua Lantik 110 Pengurus, Tegaskan Pelayanan Gereja Adalah Tanggung Jawab Bersama

GKII SINODE PAPUA — Jayapura, 16 Agustus 2026. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Papua resmi melantik 110 pengurus biro-biro Sinode Papua, pengurus Sekolah Tinggi Teologi (STT) Levinus Rumaseb Sentani, serta jajaran pengurus yayasan. Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola gereja dalam lima tahun ke depan.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GKII Papua, Pdt. Otniel Kaway, M.Th., dan dihadiri oleh para ketua klasis, hamba-hamba Tuhan, serta seluruh jemaat.

Rangkaian pelantikan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil konferensi GKII Sinode Papua setelah seluruh komposisi kepengurusan, baik biro-biro Sinode, STT Levinus Rumaseb Sentani maupun yayasan, selesai disusun.

"Dalam ibadah pelantikan, Pdt. Otniel Kaway menyampaikan khotbah dengan dasar firman Tuhan dari Efesus 4:14-15. Firman tersebut menjadi landasan bagi seluruh pelayan gereja untuk terus bertumbuh dalam kedewasaan iman, berpegang teguh pada kebenaran, serta membangun pelayanan bersama di dalam Kristus."

Pelayanan Gereja Bukan Tugas Ketua Sinode Semata

"Dalam sambutannya, Pdt. Otniel Kaway menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh proses penyusunan kepengurusan gereja."

“Haleluya. Hari ini adalah hari yang paling bahagia dalam setiap perjuangan yang kita lewati. Konferensi selesai, kita sudah memilih pengurus STT Levinus Rumaseb, baik pengurus dan biro-biro di Sinode Papua. Dan hari ini kita sudah menggenapkan dalam satu paket lengkap, dengan menyusun komposisi biro dengan anggota-anggotanya, ketua yayasan, dan anggota,” ujar Otniel.

"Ia menjelaskan, pelantikan tersebut tidak hanya menyasar pengurus biro Sinode Papua dan STT Levinus Rumaseb Sentani, tetapi juga pengurus yayasan, serta pengangkatan dosen dan Ketua STT."

Menurutnya, terbentuknya seluruh perangkat pelayanan tersebut bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena kehendak Tuhan agar gereja dapat terus memberikan pelayanan terbaik.

"Tentu bukan karena kita, tapi Tuhan mau gereja ini ke depan membuat yang terbaik bagi Tuhan melalui gereja ini, katanya."

Otniel mengatakan, struktur pelayanan yang kini terbentuk merupakan sebuah tanggung jawab besar. Ia mengibaratkan organisasi pelayanan tersebut seperti sebuah gerbong panjang yang membutuhkan nakhoda dan seluruh awak yang mampu bekerja bersama.

“Saya bersyukur, karena dari catatan yang Pak Sekretaris berikan kepada saya, disampaikan bahwa gerbong ini cukup besar, panjang, dan nakhoda harus mampu untuk menakhodai. Dengan jumlah ada 110 anggota biro, ketua, sekretaris, dan anggota itu terdaftar dalam SK yang sudah dibacakan sebanyak 110,” ungkapnya.

Selain 110 pengurus biro, sebanyak 11 dosen STT Levinus Rumaseb juga dilantik. Keberadaan para dosen, pengurus STT, yayasan, serta biro-biro pelayanan dinilai memiliki peran penting dalam menentukan arah pelayanan dan pengembangan pendidikan teologi di lingkungan GKII Sinode Papua.

Otniel menegaskan bahwa kepemimpinan gereja selama lima tahun ke depan harus dijalankan secara kolektif. Ia meminta seluruh pengurus tidak memandang tugas pelayanan sebagai tanggung jawab Ketua Sinode seorang diri.

“Puji Tuhan, saya sebagai Ketua Sinode, saya tentu selalu bilang bahwa dalam gereja ini, dalam kepemimpinan saya lima tahun ke depan, semua penting. Jangan lihat saya sebagai Ketua Sinode lalu merasa bahwa ini tugas saya. Ini tugas kita,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pengurus yang menerima SK untuk membangun semangat kebersamaan dan kesetaraan dalam menjalankan amanah pelayanan.

"Dengan SK dibacakan hari ini, saya mau kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, memikirkan pekerjaan Tuhan yang ada pada Gereja Tubuh Kristus, katanya."

Pelayanan Harus Menyentuh Jemaat

Ketua Sinode GKII Papua mengakui bahwa dirinya bersama Badan Pengurus Harian (BPH) memiliki keterbatasan dalam menjalankan seluruh tugas pelayanan. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh unsur gereja agar program dan pelayanan tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan jemaat.

“Karena saya tahu dan percaya, saya dan teman-teman BPH, baik Bapak Sekretaris dan jajaran dalam jabatan kami, terbatas. Kami punya tugas administratif di kantor. Bapak-Ibu pelayanlah yang mengeksekusi langsung dan menyentuh jemaat. Jadi tugas kita adalah tugas mulia yang Tuhan percayakan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pengurus yang telah dilantik menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Salah satu perhatian utama Sinode GKII Papua adalah pengelolaan dan pengamanan aset-aset gereja.

“Karena itu kita tinggal mengerjakannya dengan rasa tanggung jawab. Kita mulai berkonsentrasi untuk aset gereja kita. Kami hari ini rapat bersama penasihat untuk memetakan hal-hal yang sedang terjadi dan akan kita hadapi lewat konferensi-konferensi klasis,” jelas Otniel.

Tegakkan AD/ART dan Keputusan Gereja

Selain penguatan pelayanan, Otniel menekankan pentingnya disiplin organisasi melalui penegakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peraturan gereja, serta keputusan-keputusan konferensi dan rapat.

Menurutnya, setiap orang yang menerima SK dan dipercayakan jabatan pelayanan memiliki kewajiban untuk menaati seluruh aturan yang berlaku di lingkungan GKII.

“Salah satu persoalan yang kita hadapi yaitu menegakkan AD/ART dan peraturan gereja secara tegak lurus. Bagi siapa pun yang menerima SK dalam tanggung jawab pelayanan gereja, wajib hukumnya untuk menaati AD/ART dan peraturan gereja, juga putusan-putusan konferensi dan rapat-rapat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh jajaran GKII, mulai dari tingkat Sinode, klasis hingga jemaat, untuk menunjukkan karakter sebagai gereja yang taat kepada Tuhan sekaligus taat terhadap aturan organisasi.

“Karena itu, marilah kita sebagai warga gereja taat kepada AD/ART kita, baik pada level pengurus Sinode maupun pengurus Klasis sampai kepada jemaat-jemaat. Kita mau menunjukkan bahwa kita orang-orang gereja yang taat kepada Tuhan dan juga kepada aturan organisasi tempat Tuhan mengizinkan kita melayani,” pungkas Otniel.

Pelantikan 110 pengurus biro, 11 dosen STT Levinus Rumaseb, serta jajaran pengurus yayasan tersebut menjadi langkah awal bagi GKII Sinode Papua dalam menjalankan agenda pelayanan lima tahun ke depan.

Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pimpinan Sinode, biro-biro pelayanan, klasis, STT Levinus Rumaseb Sentani, yayasan, para hamba Tuhan, dosen, dan seluruh jemaat.

Dengan semangat kebersamaan, ketaatan terhadap AD/ART dan keputusan gereja, serta berlandaskan firman Tuhan, GKII Sinode Papua diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin tertib, bertanggung jawab, dan nyata menyentuh kehidupan jemaat.

(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)

Berikan Reaksi Anda untuk Berita Ini

Berita Terkait Lainnya