GKII SINODE PAPUA
Memuat halaman...
Warta Sinode

Konferensi VII GKII Klasis Teluk Cenderawasih Resmi Dibuka, Wakil Bupati Kepulauan Yapen Ajak Pihak Gereja Bersinergi Tanggulangi Masalah Sosial dan Bangun Daerah

Administrator Sinode 27 Oct 2026, 22:04 235 Dibaca
Konferensi VII GKII Klasis Teluk Cenderawasih Resmi Dibuka, Wakil Bupati Kepulauan Yapen Ajak Pihak Gereja Bersinergi Tanggulangi Masalah Sosial dan Bangun Daerah

— Agenda akbar Konferensi ke-VII Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Teluk Cenderawasih resmi bergulir pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan dipusatkan di gedung gereja GKII Jemaat Mahanaim Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (29/10/2026) mendatang.

Pada perhelatan periode ini, sinode mengangkat tema besar “Growing Together” (Bertumbuh Bersama) yang merujuk pada pemaknaan teologis kitab Efesus 4:14–16. Tema ini dipilih sebagai landasan pergerakan rohani untuk mendorong kedewasaan iman, mempererat persatuan antarjemaat, serta meningkatkan kualitas pelayanan gereja secara menyeluruh di tanah Papua.

Penyambutan Meriah dan Kehadiran Para Tokoh

Pembukaan jalannya konferensi berlangsung semarak dan sarat akan nuansa kultural. Para delegasi serta tamu undangan disambut dengan pagelaran tarian adat yang meriah sebagai bentuk penghormatan tinggi bagi para peserta yang datang dari berbagai pelosok pelayanan.

Konferensi ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, Ketua GKII Sinode Papua, perwakilan Badan Pengurus Klasis, serta ratusan utusan jemaat. Keterlibatan aktif elemen pemerintah dan tokoh agama ini menegaskan kuatnya kemitraan strategis yang terjalin di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Tiga Pesan Strategis Wakil Bupati untuk GKII

Dalam pidato sambutannya sebelum membuka kegiatan secara resmi, Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, menyampaikan apresiasi yang mendalam sekaligus ucapan selamat atas terselenggaranya momentum lima tahunan ini. Menurutnya, konferensi ini bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan sebuah wadah evaluasi spiritual dan taktis yang krusial untuk menentukan arah pelayanan gereja ke depan.

Roi Palunga menggarisbawahi bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi dengan institusi keagamaan seperti GKII menjadi elemen kunci. Ia menitipkan tiga pesan penting dari pemerintah daerah kepada seluruh peserta forum konferensi:

  1. Bertumbuh Bersama dalam Keimanan: GKII diharapkan terus mendorong jemaatnya untuk mencapai kedewasaan rohani, berakar kuat pada kebenaran firman Tuhan, serta mampu menjadi terang dan teladan yang merawat kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Yapen.
  2. Bertumbuh Bersama dalam Pelayanan: Wakil Bupati menekankan bahwa kemajuan gereja tidak akan pernah tercapai melalui pergerakan individual. Diperlukan kesatuan hati, visi yang selaras, serta kolaborasi yang solid antarjemaat maupun para pelayan Tuhan agar program yang dicanangkan berdampak nyata.
  3. Bertumbuh Bersama dalam Pembangunan Daerah: Pihak gereja diminta aktif mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai problem kemasyarakatan. Secara khusus, Roi Palunga menantang GKII Klasis Teluk Cenderawasih untuk ikut mengintervensi persoalan riil di lapangan, mulai dari membimbing generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyebaran HIV/AIDS, hingga penuntasan masalah sosial ekonomi lainnya.

Laporan Kesiapan dan Komposisi Keterwakilan Peserta

Ketua Panitia Pelaksana, Pieter De Haan, S.SAS, dalam laporan resminya memaparkan bahwa persiapan matang forum ini didasarkan pada Surat Keputusan Badan Pengurus Klasis Teluk Cenderawasih Nomor 72/SK/DP.KTT/GKII/II/2026 yang dirilis sejak 19 Februari 2026 lalu. Kelancaran acara ini merupakan hasil kerja keras dan gotong royong dari gabungan dua jemaat di Serui, yaitu Jemaat Mahanaim dan Jemaat Makedonia.

Lebih lanjut, Pieter merincikan bahwa Konferensi ke-VII ini dihadiri oleh total 125 peserta resmi yang memiliki hak suara dan hak bicara. Komposisi kepesertaan tersebut tersebar dari berbagai unsur dan wilayah pelayanan, meliputi:

  • Badan Pengurus Sinode: 8 orang perwakilan.
  • Badan Pengurus Klasis: 16 orang pengurus.
  • Supiori: 19 orang utusan yang mewakili 4 jemaat lokal.
  • Waropen: 49 orang utusan yang mewakili 3 jemaat dan 1 pos penginjilan.
  • Serui: 33 orang utusan yang mewakili 2 jemaat dan 1 pos penginjilan.

Misi Besar Menuju Visi GKII 2031

Di sisi lain, dinamika konferensi ini juga diarahkan untuk menyelaraskan gerak dengan kepengurusan tingkat Pusat/Sinode baru yang telah terbentuk pada Juli 2026 lalu. Dalam amanat tertulis Ketua Sinode GKII yang dibacakan oleh Bendahara Sinode, ditegaskan bahwa target besar GKII hingga tahun 2031 adalah mewujudkan transformasi sebagai gereja yang berdampak luas melalui gerakan penginjilan yang holistik (menyeluruh). Visi makro inilah yang wajib diturunkan menjadi program kerja taktis di tingkat klasis hingga jemaat lokal.

Untuk mencapai target tersebut, Konferensi VII GKII Klasis Teluk Cenderawasih memfokuskan kegiatannya pada tiga agenda utama. Pertama, melakukan evaluasi kritis dan menyeluruh terhadap laporan pertanggungjawaban program kerja periode sebelumnya. Kedua, menyusun rancangan strategis garis-garis besar program pelayanan untuk lima tahun ke depan. Ketiga, memilih serta menetapkan susunan personel Badan Pengurus Klasis Teluk Cenderawasih yang baru untuk masa bakti periode 2026–2031.

Melalui semangat Growing Together, forum tertinggi tingkat klasis ini diharapkan tidak hanya melahirkan jajaran kepemimpinan baru yang berintegritas tinggi, tetapi juga menelurkan rekomendasi-rekomendasi program yang inovatif. Dengan demikian, GKII dapat terus bertumbuh dalam aspek spiritualitas jemaat sekaligus memberikan kontribusi konkret dalam mendukung jalannya roda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen.

(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)

Berikan Reaksi Anda untuk Berita Ini

Berita Terkait Lainnya