GKII SINODE PAPUA
Memuat halaman...
Warta Sinode

Konferensi ke-X GKII Klasis Dafonsoro Dimulai: Momentum Evaluasi dan Agenda Pemilihan Ketua Klasis

Administrator Sinode 03 Nov 2026, 06:00 442 Dibaca
Konferensi ke-X GKII Klasis Dafonsoro Dimulai: Momentum Evaluasi dan Agenda Pemilihan Ketua Klasis

— Konferensi ke-X Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Dafonsoro resmi dibuka pada Selasa (3/11/2026). Dipusatkan di Gedung Gereja GKII Jemaat Smirna Menehi, Sentani, Kabupaten Jayapura, perhelatan akbar lima tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (5/11/2026).

Puncak seremoni pembukaan ditandai secara sakral dan meriah melalui pemukulan tifa secara bersama-sama oleh Wakil Ketua GKII Sinode Papua Pdt. Reinhard Berhitu, M.Th., didampingi perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, jajaran Forkopimda, Ketua GKII Klasis Dafonsoro Pdt. Paul Monim, S.Th., Gembala Sidang GKII Smirna Menehi Dr. Fredrik Warwer, M.Th., serta Ketua Panitia Pelaksana John Palege. Dentuman tifa tersebut menjadi penanda resminya seluruh rangkaian konferensi.

Selain menyusun arah pelayanan lima tahun ke depan, salah satu agenda krusial dalam konferensi ini adalah pemilihan Ketua GKII Klasis Dafonsoro Periode 2026-2031.

Momen Evaluasi dan Persiapan Menyongsong Satu Abad GKII

Dalam sambutannya, Ketua GKII Klasis Dafonsoro, Pdt. Paul Monim, S.Th., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan gereja hingga tahun 2026. Ia mengulas kembali sejarah panjang kehadiran GKII di klasis tersebut.

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena kita boleh ada di tahun pelayanan 2026. Kalau usia Gereja Kemah Injil Klasis Dafonsoro sejak dari pengesahan klasis ini menjadi klasis definitif tahun 1989. Ini perjalanannya panjang,” ujar Pdt. Paul Monim.

Ia menegaskan bahwa Konferensi ke-X ini bukan sekadar panggung pemilihan figur pimpinan baru, melainkan wadah strategis untuk menyelaraskan seluruh kebijakan pelayanan dari tingkat pusat, sinode, klasis, hingga ke jemaat-jemaat lokal. Terlebih lagi, GKII secara nasional akan menyambut usia 100 tahun (satu abad) pada tahun depan.

“Harapan kami, 100 tahun Gereja Kemah Injil benar-benar bertumbuh bersama. Konferensi 2026 untuk Klasis Dafonsoro menjadi momentum gereja yang terbaik, melahirkan keputusan-keputusan yang membawa dampak bagi kemajuan pelayanan. Bertumbuh bersama bukan hanya pelayanan rohani saja, tetapi bagaimana penataan keputusan-keputusan secara organisasi dilaksanakan bersama-sama,” tegasnya.

Penegasan Arah Kebijakan Sinode dan Pemekaran Klasis

Sementara itu, Wakil Ketua GKII Sinode Papua, Pdt. Reinhard Berhitu, M.Th., menekankan pentingnya pelaksanaan konferensi sebagai amanat konstitusi organisasi.

“Konferensi ke-10 GKII Klasis Dafonsoro adalah bagian dari sebuah keputusan organisasi yang harus dilaksanakan. Hari ini sudah kita lalui dengan pembukaan, dan biarlah hari-hari ke depan semua berlangsung untuk kemuliaan Tuhan. Tema besar kita 'GROWING TOGETHER' harus menjadi bagian penting dan sentral bagi gereja” ungkap Pdt. Reinhard.

Ia mengimbau seluruh utusan jemaat untuk menopang perumusan Garis-Garis Besar Program Pelayanan serta proses pemilihan Ketua Klasis Dafonsoro Periode 2026-2031 dalam doa agar seluruh hasilnya berjalan dalam ketenangan dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Pdt. Reinhard juga menggarisbawahi pentingnya ketaatan klasis terhadap program-program strategis sinode, termasuk rencana pemekaran klasis.

“Tentu arah kebijakan dari sinode, klasis harus melakukannya dan mengikuti apa yang menjadi program sinode untuk di terapkan. Salah satu program primadona dari sinode yaitu pemekaran Klasis Dafonsoro, dan biarlah di terima dengan sebesar hati demi pembangunan Gereja Kemah Injil ke depan,” terangnya.

Sambutan Pemda dan Laporan Panitia

Apresiasi tinggi juga datang dari perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura bersama jajaran Forkopimda. Pemda menegaskan bahwa GKII merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membina mental, karakter spiritual, serta menjaga kedamaian dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jayapura.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, John Palege, melaporkan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 November 2026.

“Atas dukungan jemaat GKII Smirna Menehi dan seluruh pihak, persiapan sarana sidang, akomodasi, hingga konsumsi peserta telah terpenuhi dengan baik. Panitia siap mendampingi seluruh jalannya konferensi hingga penutupan serta penetapan pengurus baru nanti,” tutur John Palege.

Usai prosesi pembukaan dan pemukulan tifa, agenda konferensi langsung dilanjutkan dengan sidang pleno penetapan jadwal dan tata tertib persidangan, pemaparan laporan pertanggungjawaban Badan Pengurus Klasis periode berjalan, pembentukan komisi-komisi, hingga persiapan penjaringan calon Ketua GKII Klasis Dafonsoro Periode 2026-2031.

(Biro Media Digital GKII Sinode Papua)

Berikan Reaksi Anda untuk Berita Ini

Berita Terkait Lainnya